Selamat datang di website resmi Bank Hariarta

|

Rabu, 25 Maret 2026

Pengeluaran Jebol di Awal Bulan? Ini Tips dari Perencana Keuangan

ARTIKEL Bank Hariarta 16 Jul 2025 107 Viewers
blog-post

Foto: Ilustrasi(SHUTTERSTOCK) - kompas.com

KOMPAS.com – Warganet di media sosial X ramai-ramai mengeluhkan kondisi keuangan mereka yang sudah menipis meski baru memasuki awal bulan. 
Beberapa di antaranya mengaku kondisi keuangan yang jebol karena pengeluaran tiba-tiba bertambah. 

“Masih juga awal bulan ini, pengeluaran banyak banget kayaknya,” cuit akun @Re********a pada Minggu (6/7/2025). 

“Ya Allah ya Allah, masih awal bulan tapi pengeluaran udah bengkak banget,” kata akun @nit***** pada Minggu (6/7/2025). 

Pengeluaran yang membengkak pada awal bulan memang keresahan banyak pekerja, terutama di kalangan anak muda. 
Karena itu, penting untuk memahami cara mengatur keuangan sejak awal bulan agar kondisi finansial tetap stabil. Pengelolaan keuangan yang baik tentu bisa membuat pengeluaran lebih terkontrol dan tidak menimbulkan stres.

Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan agar tetap aman hingga akhir bulan?

Buat pos pengeluaran sejak awal pemasukan 

Perencana keuangan, Andy Nugroho mengatakan, salah satu penyebab utama pengeluaran membengkak di awal bulan adalah tidak adanya perencanaan atau pencatatan keuangan yang jelas sejak awal. 

"Apabila ada yang berdiskusi dengan saya dan mengeluhkan pengeluaran mereka yang sudah membengkak meskipun baru di awal bulan, biasanya pertama saya akan menanyakan dahulu pengeluaran itu untuk keperluan apa saja," ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (9/7/2025)

Namun, secara umum, untuk mencegah kondisi serupa terulang, Andy menyarankan agar setiap orang membuat budgeting atau pos-pos pengeluaran sejak menerima gaji atau penghasilan.
 
Andy pun memberikan konsep pembagian pos pengeluaran yang bisa diterapkan. Jika dalam seratus persen pemasukan, pembagian pos pengeluarannya bisa sebagai berikut:

  • 55 persen untuk kebutuhan sehari-hari 
  • 10 persen untuk dana darurat 
  • 10 persen untuk me time atau bersenang-senang 
  • 10 persen tabungan dan investasi 
  • 10 persen untuk pengembangan diri atau upgrade skill 
  • 5 persen untuk sedekah dan dana amal

“Jadi sejak awal kita sudah punya gambaran berapa jumlah uang yang bisa digunakan untuk me time atau hiburan. Bila ternyata anggarannya sudah habis, ya sebaiknya dihentikan,” jelas dia.

Stop berutang tanpa perhitungan 

Andy menambahkan, pengeluaran yang besar di awal bulan juga bisa disebabkan oleh keputusan membeli barang secara berutang, terutama jika cicilan yang harus dibayar melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan. 

"Bila mereka sadar penghasilannya terbatas, tapi tetap memaksakan diri membeli barang dengan cara berutang, pengeluaran untuk membayar cicilan akan membengkak," kata Andy. 
Menurutnya, kondisi ini bisa mengorbankan pos lain, seperti dana hiburan atau me time. 
Akibatnya, meski secara teknis pengeluaran teralokasi untuk kebutuhan tertentu, orang merasa uangnya habis begitu cepat pada awal bulan. 

"Hal itu merupakan konsekuensi yang harus diterima atas keputusan membeli barang tersebut," pungkasnya.

 

Baca Juga: Pekan Olah Raga PERBARINDO Komisariat Tangerang 2025

#tips_mengatur_keuangan

#rencana_keuangan

#cara_mengatur_keuangan

#pengeluaran_awal_bulan

Artikel Lainnya
blog BERITA HARIARTA
Bank Hariarta Sambut Kunjungan Tahunan OJK: Evalua...

22 Oct 2024

Tangerang, 21 Oktober 2024 — Bank Hariarta menyambut kunjungan tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan untuk mengevalua...

blog BERITA HARIARTA
COMMITMENT DENGAN KESEHATAN, KARYAWAN BPR HARIARTA...

24 Jun 2025

Karyawan Bank Hartiarta Sedana menunjukkan dukungan dan kepedulian mereka terhadap sesama dengan melaksanakan kegiatan Donor Darah yang d...

blog BERITA HARIARTA
Jelang Hari Jadi ke-35 Tahun, Bank Hariarta Raih A...

30 Aug 2024

(Jakarta, 29/8/2024). Setelah diterbitkannya Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sekt...

images

Bank Hariarta berijin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Bank Hariarta merupakan peserta penjamin LPS
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS per nasabah per bank adalah Rp2 miliar. Untuk mengetahui Tingkat Bunga Penjaminan LPS silahkan akses di sini

images